Registrasi Otorisasi Admin

Kasubbag Tata Usaha melakukan atorisasi admin dengan mengakses alamat resmi https://app.atrbpn.go.id/akun/pertanahan. Jika dalam hal tertentu terdapat perubahan, maka perubahan alamat tersebut akan diumumkan melalui saluran resmi yang dimiliki oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Langkah-langkah untuk melakukan otorisasi admin adalah sebagai berikut:

aktivasiprofiledanakunotorisasi

  • Klik otorisasi admin (nomor 1)

loginadminasn

  • Adminstrator menginput nama pengguna sesuai dengan akun yang telah dimiliki (nomor 2);
  • Adminstrator menginput kata sandi sesuai dengan kata sandi yang telah dimiliki (nomor 3);
  • Klik log in (nomor 4).

memilihkantorwilayahasn

  • Adminstrator memilih Kantor sesuai dengan wilayah kerja administrator (nomor 5) ;
  • Klik sign in (nomor 6).

tampilanpenunjukanadmin

  • Klik otorisasi admin (nomor 7);
  • Pilih kantor administrator yang akan di tambahkan (nomor 8);
  • Input NIP penunjukan administrator yang akan ditambahkan (nomor 9);
  • Klik cari (nomor 10);
  • Tampilan data pribadi penunjukan administrator (nomor 11);
  • Klik unggah SK admin (nomor 12).

informasipegawaiasn

  • Tampilan file SK penunjukan admin klik proses (nomor 13).

tampilandaftaradmin

  • Tampilan setelah menambahkan administrator (nomor 14).

Pencabutan Akun Administrator

Kasubbag Tata Usaha mengakses alamat resmi https://app.atrbpn.go.id/akun/pertanahan. Jika dalam hal tertentu terdapat perubahan, maka perubahan alamat tersebut akan diumumkan melalui saluran resmi yang dimiliki oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Langkah-langkah untuk proses Menutup akses administrator adalah sebagai berikut:

tampilandataadmin

  • Klik otorisasi admin (nomor 1)
  • Pilih kantor (nomor 2)
  • Klik tombol cari (nomor 3)
  • Cari administrator yang akan di cabut aksesnya
  • Pilih unggah SK pencabutan (nomor 4)

tampilanunggahskpencabutanadmin

  • Unggah SK Pencabutan akun admin kemudian klik proses (nomor 5)

tampilansetelahunggahskpencabutanadmin

  • Tampilan Setelah unggah SK pencabutan (nomor 6).