Aplikasi PTSL

Berikut merupakan panduan untuk menggunakan aplikasi PTSL

Pendahuluan

Dalam perkembangannya, Pendaftaran Tanah Sistematis yang dilaksanakan desa demi desa di wilayah kabupaten dan kelurahan demi kelurahan di wilayah perkotaan yang meliputi semua bidang tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia menjadi Kebijakan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kebijakan ini menjadi Program Strategis Nasional dengan konsep membangun data bidang tanah baru dan sekaligus menjaga kualitas data bidang tanah yang ada agar seluruh bidang-bidang tanah terdaftar lengkap dan akurat.

Tujuan

Buku Petunjuk Penggunaan Aplikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran dan pejelasan terkait penggunaan Aplikasi Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) untuk Kegiatan Layanan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bagi petugas administrator dan petugas pelaksana kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Sumber Daya yang Dibutuhkan

Sumber Daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penggunaan Aplikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) meliputi :

  1. Jaringan dan perangkat Lunak

    • Jaringan Internet

    • Peramban Internet

    • Autocad dan GeoKKPWeb

    • Microsoft Office (2007) Dan KKPweboffice

  2. Perangkat Keras

    • PC/Laptop/Tablet

    • Printer

  3. Sumber Daya Manusia

Sumber daya yang dibutuhkan dalam penggunaan aplikasi ini adalah pelaksana tugas Kantor Pertanahan yang tertuang dalam Surat Keputusan Tim Pelaksana Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Alamat Aplikasi PTSL

1. Alamat Aplikasi Training PTSL

Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dilakukan dengan melibatkan 4 modul aplikasi yaitu meliputi:

Pada url training Aplikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) terlampir diatas dapat menggunakan user login sebagai berikut:

User: permenas

Password: atrbpn2016

2. Alamat Aplikasi Production

Untuk pelaksanaan Aplikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dapat diakses melalui url sebagai berikut:

Alur Pelaksanaan PTSL didalam KKP

Berikut merupakan alur pelaksanaan PTSL didalam KKP

Aplikasi PTSL Tata Usaha (Kotak Merah)

Aplikasi ini digunakan untuk mencatat target anggaran per desa, target fisik, target Kluster 4 (K4), harga satuan masing-masing kegiatan, pelaksana kegiatan termasuk pembuatan SPM dan pencetakan evidence pencairan.

Aplikasi PTSL Fisik (Kotak Warna Hijau dan Ungu)

Pada Aplikasi ini digunakan untuk memulai berkas fisik dan pembuatan gambar ukur (GU), berkas fisik dapat dibuat sebelum pengukuran. Jika berkas sudah ada, maka pembuatan GU harus dilakukan sebelum petugas ukur turun ke lapangan. Jumlah bidang yang terukur dalam sebuah GU di update per hai sebagai laporan jumlah pengukuran. GU yang dihasilkan setelah pengukuran selesai, selanjutnya akan di link-kan dengan berkas fisik tanpa menunggu penggambaran. Untuk 1 (satu) GU dapat dimiliki oleh 1 (satu) atau beberapa berkas dan nomor berkas ditulis pada GU fisik.

Berdasarkan GU fisik tersebut maka dilakukan pemetaan bidang tanah. Dalam proses pemetaan ini, menghasilkan Peta Bidang Tanah (PBT) dan Nomor Induk Bidang (NIB). Bidang-bidang tanah yang telah memiliki NIB akan di link-kan dengan berkas dan secara otomatis GU juga di link-kan dengan bidang tanah. Setelah NIB dan GU selesai di link-kan dengan berkas maka bisa dilakukan pembuatan daftar nominatif untuk pencairan dan sudah dapat dilakukan pengumuman fisik/pengumuman klarifikasi dan pengesahan pengumuman klarifikasi. Penyelesaian Kluster 3.3 untuk bidang tanah yang tidak dilanjutkan berkas yuridis. Penambahan alur dalam aplikasi fisik tahun ini antara lain adanya penambahan tahapan unggahan dan pengesahan Peta Bidang Tanah (PBT) yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Ajudikasi serta pembuatan pernyataan kesesuaian dokumen GU yang ditandatangani oleh Satuan Tugas Yuridis dan pembuatan pernyataan kesesuaian dokumen Surat Ukur (SU) yang ditandatangani oleh Wakil ketua Ajudikasi.

Aplikasi PTSL Yuridis (Kotak Warna Kuning)

Pada Aplikasi ini digunakan untuk memulai berkas yuridis. Berkas yuridis dapat dibaut bersamaan dengan proses pengukuran dan pemetaan, namun belum bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya jika belum memiliki Peta Bidang Tanah (PBT). Dalam tahap pembuatan berkas yuridis ini, kluster berkas sudah harus dapat ditentukan (meskipun dpaat disesuaikan kemudian) karena menentukan daftar-daftar isian yang dibukukan.

Bersamaan dengan pembuatan berkas yuridis tersebut, harus disiapkan berita acara serah terima blanko sertipikat dari pengelola Barang Milik Negara (BMN) kepada Satgas Fisik. Setiap blanko harus di registrasi kedalam berkas PTSL kluster 1 (K1) dan kluster 2 (K2). Berkas-berkas K1 dan K2 selanjutnya diproses pembuatan SU-nya. Seluruh SU yang dibuat harus dilengkapi dan dicetak menggunakan aplikasi pencetakan yang dikeluarkan oleh Pusdatin. Setelah dicetak, berkas-berkas K3.1, K3.4, K1 dan K2 kemudian diumumkan.

Obyek dan subyek bidang tanah untuk K3.2, setelah booking daftar isian langsung diselesaikan berkas K3.2. Obyek dan subyek bidang tanah untuk K3.1 dan K3.4 tidak melalui tahap pembuatan SU, melainkan langsung link ke tahap pengumuman setelah proses entri kelengkapan berkas. Jika ada keberatan dalam masa pengumuman tersebut, lakukan pencatatan. Dalam waktu 14 hari kalender tombol penyelesaian pengesahan pengumuman akan menyala dan bisa diproses penyelesaian. Apabila ada keberatan yang tidak diselesaikan, buatkan DI 309. Berkas yang melalui DI 309 selanjutnya dapat diselesaikan di K3.1 atau K3.4, tergantung alasan yang dipilih. Apabila alasannya karena ketersediaan anggaran hanya untuk puldasik dan puldadis atau karena subyek tidak bersedia bidang tanahnya disertipikatnya maka berkas yuridis tersebut masuk ke K 3.4.

Khusus berkas Pemberian Hak, setelah pengumuman akan dilanjutkan dengan pembuatan DI 310. Pembuatan buku tanah termasuk pencetakannya dapat dilakukan setelah pengesahan pengumuman untuk berkas K1 Pendaftaran Pertama Kali Pengakuan/Penegasan Hak. Terhadap berkas Pendaftaran Pertama Kali Pemberian Hak, pembuatan bidang tanah dan pencetakan dapat dilakukan setelah pembuatan DI 310. Obyek dan subyek bidang tanah untuk K2 pada saat pembuatan buku tanah pilih tidak terbit, sedangkan untuk berkas K1 pilih terbit. Selanjutnya diproses hingga pembuatan DI 208. Berkas K2 tidak dilakukan proses penyerehan berkas, untuk berkas K1 dilakukan proses penyerahan berkas.

Aplikasi Blanko (Kotak Warna Coklat)

Pada Aplikasi ini digunakan untuk pencatatan blanko yang digunakan oleh berkas-berkas PTSL.